Kamis, 01 September 2011

Tips menjadi fotografer dengan kamera ponsel

Bercita-cita menjadi seorang fotografer professional? tetapi anda tidak mempunyai kamera SLR yang harganya selangit. Tidak usah keburu memusnahkan cita-cita anda dulu. Anda pun bisa menjadi seorang fotografer “kecil-kecilan” menggunakan kamera ponsel. Berikut tips dan triknya.

1.       Lebih dekat ke objek
Ponsel yang tersedia kebanyakan tidak dibekali dengan fitur zoom yang maksimal, jadi pastikan anda mendekati objek yang akan dibidik. Format pengambilan foto close up membuat hasil foto jauh terlihat lebih detail. Tetapi hati-hati, pengambilan gambar yang terlalu dekat malah akan membuat gambar menjadi blur.

2.       Hati-hati dengan cahaya
Ingat baik-baik dengan premis ini, low light = gambar buruk. Cobalah untuk mengambil gambar dalam kondisi penerangan yang cukup. Kecuali ponsel anda memiliki fitur flash yang memadai.

3.       Perhatikan latar belakang
Tempatkan objek dengan latar belakang yang tidak terlalu sibuk perhatikan juga apakah lata belakang tidak mengganggu objek. Jangan sampai pohon yang ada di belakang objek seolah-olah tumbuh dari kepala si objek.

4.       Coba angel yang berbeda
Jangan takut untuk bereksperimen. Jika ponsel anda dibekali dengan kartu memori yag cukup, cobalah mengambil foto dengan angel yang berbeda-beda. Foto akan terlihat tidak monoton dan kreatif.

5.       Pilihlah resolusi yang tinggi
Makin tinggi resolusi yang anda pakai, makin baik hasil gambar yang dihasilkan. Perbedaan kualitas foto antara resolusi tinggi dan rendah tidak akan terlihat di layar ponsel. Perbedaan ini akan terlihat begitu anda melihatnya di layar komputer.
6.       Bersihkan lensa
Ponsel kamera pada umumnya tidak dibekal dengan penutup lensa. Ini membuat lensa mudah kotor karena debu atau cap sisik jari anda yang tertinggal. Pastikan untuk membersihkan lensa anda sebelum mengambil foto.

7.       Bijaksanalah menggunakan memori
Biasakan untuk memindahkan foto anda ke PC. Jadi selalu ada kapasitas memori yang cukup untuk mengambil foto.

8.       Steady
Jaga keseimbangan. Usahakan tangan anda jangan sampai bergoyang saat tombol shutter ditekan. Ini menjaga foto anda agar tidak blur.

9.       Eksplorasi fitur yang tersedia
Ponsel kamera untuk tipe-tipe ponsel mid-end dan high-end umumnya dibekali dengan fitur yang cukup lengkap. Di sana anda dapat temukan fitur brightness, exposure, white balance, dan fitur-fitur lain. Sesekali sempatkanlah untuk mengeksplorasi fitur apa saja yang ada di kamea ponsel anda.

10.   Eksperimen white balance
Ponsel anda memiliki fitur white balance? Cobala mengutak-atik fitur ini. anda dapat memodifikasi warna dan menghasilkan warna dan menghasilkan foto yang berbeda-beda.

11.   Hindari penggunaan digital zoom’
Dekatkan diri ke objek dengan cara mengeser posisi and, bukan dengan digital zoom. Penggunaan digital zoom bisa membuat kualitas gambar berkurang.

12.   Perhatikan ukuran cetak
Foto yang dibidik dari ponsel bisa dicetak dengan kualitas maksimal jika anda menyesuakan ukuran cetak dengan resolusi gambar.

Itu dia tips dan trik yang dapat saya bagikan. Semoga cita-cita anda untuk menjadi fotografer professional dapat terwujud. Selamat mencoba.











Tips & Trik Memotret dengan Kamera Digital

Memotret dengan menggunakan kamera analog ataupun digital secara prinsip dan teknik fotografi tidak berbeda. Bedanya, dengan kamera analog ada penggantian film, sementara kamera digital tidak ada penggantian film tapi dengan sensor digital.

Namun kamera digital akhir-akhir ini lebih banyak disukai konsumen karena hasil akhirnya bisa langsung dilihat, dan diulang jika hasil fotonya kurang memuaskan. Bagaimana cara menghasilkan foto yang berkualitas lewat kamera digital? Simak beberapa tips berikut ini :

1. Atur kamera dengan mode ukuran gambar paling besar.

Keuntungan dari mode ini adalah memungkinkan Anda dapat mencetaknya dalam ukuran terbesar tanpa ancaman warna foto pecah. Selain itu Anda juga dapat memotong bagian yang tidak dikehendaki pada foto tersebut. Tidak ada gunanya jika Anda membeli kamera dengan resolusi 5, 6, atau 8 megapiksel, tapi Anda tetap memasang mode ukuran gambar standar, dan bukan maksimum.


2. Gunakan pengaturan kualitas dengan level maksimal.

Banyak gambar hasil kamera digital memakai format JPEG. JPEG menghasilkan gambar yang buruk jika dikompresi berlebihan. Agar gambar Anda tampak seperti aslinya, gunakan pengaturan kualitas dengan level maksimal.


3. Pakai tipe gambar JPEG.

JPEG, meskipun bersifat lossy (kurang jelas), bisa jadi merupakan pilihan terbaik. Pasalnya, ketika Anda mengambil gambar dengan format JPEG, keuntungan yang diperoleh juga berlipat karena Anda bisa mengolahnya lagi dengan Adobe Photoshop.

Kamera SLR biasanya memberikan pilihan apakah Anda ingin menggunakan format JPEG, TIF atau Raw. TIF biasa digunakan untuk reproduksi grafis yang berbau seni, misalnya pada majalah dan koran. Sementara Raw, menyimpan apa adanya tanpa pemrosesan gambar lebih lanjut.
4. Camkan bahwa Whitte Balance itu penting.

Untuk kebanyakan pengambilan gambar, dianjurkan agar dimulai dengan mode Auto white balance. Fungsinya agar kamera Anda bisa membaca pewarnaan dari cahaya yang ada disekitarnya dan secara otomatis mengatur dirinya sendiri untuk mengoptimalkan white balance.

Mode Daylight cocok untuk hari terang, sementara jika hari berawan, dianjurkan agar Anda memakai mode Cloudy. Untuk mengevaluasi pewarnaan dan pencahayaan, jangan lupa mengetesnya dengan mengambil satu atau dua gambar.

5. Jangan lupa mengatur "Low ISO Number" atau "Use Auto ISO".

Hasil gambar akan lebih jernih jika Anda menggunakan ISO rendah, namun sensitivitas kamera dalam menangkap cahaya menjadi lebih rendah. Sementara jika memakai ISO terlalu tinggi, seperti dilansir Dale laboratories, hanya akan menimbulkan noise pada gambar.

6. Optimalkan penggunaan Histogram.

Dengan menggunakan histogram Anda dapat melihat seberapa optimal sensitivitas sensor kamera dalam menangkap gambar.

7. Hindari menggunakan zoom secara digital.

Sebaiknya jangan menggunakan zoom secara digital karena hanya akan membuat kinerja chip yang mengatur tingkat resolusi (piksel) pada kamera menjadi boros. Coba gunakan zoom dari lensa saja, agar bisa menghemat penggunaan chip. Selain itu hasil bidikan, jika menggunakan zoom secara digital, tidak sebagus jika menggunakan zoom lensa.

8. Belilah kartu Memori berkualitas profesional.

Kecepatan rekam pengambilan gambar dengan memakai memori yang berkualitas tinggi dapat mengimbangi teknologi kamera Anda. Misalnya dengan kartu memori berkecepatan 40x, dapat merekam 3 dari 10 jepretan berturut-turut dalam 1 detik. Sementara dengan memori 4x, Anda hanya bisa merekam 1 gambar dalam 3 detik. Keuntungannya, dengan memori berkualitas tinggi Anda tidak perlu mengkhawatirkan terjadinya pergeseran warna dalam foto.

9. Backup hasil foto dalam CD atau DVD.

Menyiapkan payung sebelum hujan adalah lebih baik. Pastikan backup seluruh kreasi foto-foto Anda dalam CD atau DVD, sebagai antisipasi jika hard drive Anda rusak.



Good Luck yuuaaa,,.!! (^_^)









koleksi @widia photography






























































































































































































































































@widia photography

Learn Photography with camera phone or pocket camera.